Siklus hidup lebah madu

“ Serta Tuhanmu mewahyukan kepada lebah:“ Buatlah sarang- sarang dibukit- bukit, di pohon- pohon kayu serta di tempat- tempat yang dibikin manusia, setelah itu makanlah dari masing- masing( berbagai) buah- buahan serta tempuhlah jalur Tuhanmu yang sudah dimudahkan( bagimu). Dari perut lebah itu keluar minumam( madu) yang beragam rupanya, di dalamnya ada obat yang mengobati untuk manusia. Sebetulnya pada yang demikian itu betul- betul ada ciri( kebesaran Tuhan) untuk orang- orang yang memikirkan”

( QS. Pesan An- Nahl[16] ayat 68- 69).

Lebah madu merupakan serangga sosial yang hidup dalam sesuatu keluarga besar yang diucap koloni, yang mendiami satu sarang lebah. Perihal ini berbeda dengan pola hidup mayoritas spesies serangga yang bertabiat soliter( bahagia menyendiri). Lebah madu ialah serangga sosial yang sangat banyak dikenal serta jadi atensi para periset. Di dalam satu koloni ada seekor lebah ratu( queen) selaku pemimpin koloni, ratusan lebah jantan( drone) serta puluhan ribu lebah pekerja( worker). Umumnya koloni lebah terdiri dari seekor ratu, 20. 000– 30. 000 lebah pekerja serta ratusan lebah jantan. Tidak hanya itu, di dalam suatu koloni pula ada telur, larva serta pupa. Siklus hidup tiap- tiap strata dalam koloni lebah ditampilkan pada Tabel 1.

Tabel 1. Siklus hidup lebah madu( Singh, 1962) siklus hidup lebah

Nomor Kasta Lebah Stadium( hari)

Telur Larva Pupa Dewasa

1 Ratu 3 5 7- 8 15–16

2 Pekerja 3 4–5 11- 12 18–20

3 Jantan 3 7 14 24

Lebah Ratu( Queen)

Di dalam satu koloni lebah cuma ada seekor ratu, tubuhnya sangat besar dalam koloni. Lebah ratu berasal dari sel telur yang dibuahi. Ovariumnya tumbuh sempurna serta sanggup menciptakan telur yang nantinya menetas jadi calon ratu, lebah pekerja serta lebah jantan. Ratu Apis mellifera sanggup menciptakan telur sebanyak 2. 000 butir per hari. Di dalam satu koloni cuma ada satu ratu. Bila terdapat telur yang tumbuh jadi calon ratu, umumnya calon ratu wajib keluar dari koloni serta membentuk koloni baru, bila tidak dibunuh oleh sang ratu tua. Menariknya, meski lebah menciptakan madu, namun ratu lebah tidak ingin dimadu.

[newpage]

Lebah ratu cuma kawin sekali sepanjang hidupnya. Prosesi pernikahan dengan sebagian ekor lebah jantan terjalin di angkasa pada siang hari dikala hawa terang di posisi tempat kawin yang diucap Drone Congregation Zona( DCA). DCA ialah tempat berkumpulnya lebah jantan( Koeniger, 1991). Lebah ratu mempunyai mata majemuk yang sangat kecil dibandingkan dengan lebah pekerja ataupun lebah jantan. Di ujung kepalanya ada antena yang berupa cincin berjumlah 11 buah serta perut terdiri atas 6 segmen. Pertumbuhan lebah ratu mulai dari telur hingga berusia merupakan 15 hari serta sehabis itu dia siap dikawini oleh lebah jantan( Pavord, 1975).

Lebah Jantan( Drone) academia.co.id

Lebah jantan ialah anggota koloni dari kehidupan sosial lebah madu yang berasal dari telur- telur yang tidak dibuahi( unfertilized). Jumlahnya dalam koloni berkisar dari sebagian puluh hingga sebagian ratus ekor. Dimensi badan lebah jantan lebih besar dari lebah pekerja, namun lebih kecil dari lebah ratu. Guna lebah jantan dalam koloni sejauh hidupnya merupakan selaku lebah pemacek, ialah mengawini ratu muda. Seekor lebah jantan cuma bisa kawin sekali sepanjang hidupnya, sebab sehabis sukses mengawini ratu, lebah ini hendak mati.

Lebah jantan ialah lebah pemalas serta pemakan yang rakus. Lebah jantan cuma keluar dari sarangnya bila cuaca terang serta terbang buat 3 tujuan ialah: buat mensterilkan badan( cleansing flight), terbang orientasi serta mengawini ratu( mating flight) serta dikala terbentuknya pembelahan koloni( swarming flight)( Koeniger, 1991). Sebab sifatnya yang pemalas itu, pada masa peceklik banyak lebah jantan yang dibunuh oleh lebah pekerja. Pada banyak koloni, lebah jantan kerap dihasilkan( ditetaskan ratu) pada bulan Mei hingga Juli( Gratis, 1982) ataupun pada dikala masa bunga.

Lebah Pekerja( Worker)

Lebah pekerja ialah kelompok yang jumlahnya sangat besar dalam koloni. Sama halnya dengan lebah ratu, lebah pekerja pula berasal dari sel telur yang dibuahi( Dietz, 1986). Dalam satu koloni lebah madu A. cerana jumlahnya dapat menggapai 30. 000 ekor serta 60. 000 ekor pada koloni A. mellifera. Lebah pekerja merupakan lebah betina yang organ reproduksinya tidak tumbuh sempurna serta tidak bisa menciptakan telur pada keadaan wajar( Gojmerac, 1983).

Lebah pekerja bertanggungjawab penuh terhadap keutuhan serta kesejahteraan koloni. Kecuali tugas reproduksi, seluruh pekerjaan pada koloni lebah madu seluruhnya dicoba oleh lebah pekerja. Ditatap dari tempat berlangsungnya kegiatan dalam koloni lebah madu bisa digolongkan atas 2 fase ialah:( 1) tugas di dalam sarang pada separo usianya yang awal serta( 2) tugas di luar sarang pada separo usia selanjutnya. Tugas di dalam sarang yang berlangsung sepanjang 3 minggu meliputi pembuatan sisiran sarang, pemeliharaan telur, larva serta pupa, penyediaan santapan ratu serta lebah jantan, menyisir serta menjaga ratu, mempertahankan koloni dari serbuan pemangsa, mengendalikan temperatur serta kelembaban dalam sarang dan mematangkan serta menaruh madu( Sihombing, 1997), sebaliknya tugas di luar sarang yang berlangsung sepanjang 4 minggu merupakan tugas mengumpulkan nektar, polen, propolis serta air( Singh, 1962).

Baca Juga : tenaga nasioanal

[newpage]

Bagi Sihombing( 1997) tugas lebah pekerja cocok dengan pertumbuhan kelompok usia, selaku berikut: dari mulai menetas hingga usia 3 hari selaku petugas kebersihan. Usia 3– 6 hari bertugas selaku perawat larva serta dilanjutkan hingga usia 12 hari. Semenjak hari ke- 13 hingga 18 bertugas membuat serta memoles sisiran sarang serta menerima bahan santapan yang dibawa lebah luas( lebah pekerja). Mulai usia 18 hingga 20 berperan selaku pengawal dan melindungi kesegaran hawa di dalam sarang. Mulai hari ke- 20 hingga datangnya kematian lebah bertugas di luar sarang selaku pengumpul nektar, polen, propolis serta air, serta pada waktu tuanya, lebah pekerja luas hendak berfungsi selaku pemandu untuk lebah muda buat mencari posisi pengumpulan nektar, polen, propolis serta air.

Lama hidup lebah pekerja dipengaruhi oleh masa serta kegiatan menusuk. Pada masa panas lebah ini hidup sepanjang 4–6 minggu, lagi pada masa dingin bisa menggapai sebagian bulan. Bagi Gojmerac( 1983), lama hidup lebah pekerja bermacam- macam antara 44– 54 hari( rata- rata 50 hari). Sehabis menusuk musuhnya lebah pekerja hendak mati.

Pakan Lebah

Sama halnya dengan ternak secara universal, lebah pula memerlukan kecukupan pakan buat penuhi kebutuhan hidup pokok( maintenans), perkembangan koloni, penciptaan madu serta kegiatan reproduksi. Pakan lebah yang berarti merupakan nektar serta pollen yang dihasilkan tumbuhan. Nyaris seluruh tumbuhan berbunga merupakan penghasil nektar yang dibutuhkan lebah. Jenis- jenis tumbuhan penghasil nektar antara lain: tumbuhan pangan, tumbuhan kehutanan, tumbuhan perkebunan, tumbuhan hortikultura( buah serta sayur- mayur), tumbuhan bunga- bungaan dan rumput serta semak belukar( Direksi Perum Perhutani, 1992). Salah satu ketentuan pendukung pertumbuhan koloni lebah serta penciptaan madu merupakan ketersediaan pakan lebah secara berkesinambungan. Sebab itu seluruh usaha sediakan sumber pakan lebah sejauh tahun ialah aktivitas yang berarti.

[newpage]

Di wilayah Indonesia yang beriklim tropis berkembang bermacam spesies tumbuhan. Tidak kurang 25. 000 tumbuhan berbunga berkembang serta berbiak di Indonesia. Diversitas tumbuhan yang sangat besar itu sangat membolehkan tersedianya pakan lebah sejauh tahun, sebab banyaknya tipe tumbuhan yang berbunga terus menerus sejauh tahun utamanya penghasil nektar serta pollen yang sangat dibutuhkan lebah.

Salah satu tipe tumbuhan pakan lebah penghasil nektar yang lumayan potensial serta sanggup berbunga sejauh tahun merupakan kaliandra bunga merah( Caliandra calotyrsus Meissn). Tumbuhan kaliandra bunga merah sanggup memproduksi nektar sebanyak 119 liter per ha per hari( Husaini, 1986).

Pada dasarnya pakan lebah merupakan nektar selaku sumber karbohidrat serta tepung sari selaku sumber protein. Nektar serta tepung sari ada dalam bagian bunga tumbuhan yang sangat menarik untuk lebah. Nektar ialah hasil sekresi yang manis dari tumbuhan serta ialah bahan utama penyusun madu. Nektar ialah senyawa lingkungan yang dihasilkan kelenjer nectar tumbuhan dalam wujud larutan gula. Nektar ada pada bagian petal, sepal, stamen serta stigma. Konsentrasi nektar bermacam- macam antara satu bunga dengan bunga yang lain( Gratis, 1982). Keahlian lebah pekerja dalam mengumpulkan nektar tumbuhan bermacam- macam dari 25- 70 miligram per ekor( Gojmerac, 1983) serta didetetapkan oleh sebagian aspek, antara lain kapasitas kantong madu lebah pekerja, jumlah serta konsentrasi gula nektar, kondisi cuaca dan pengalaman lebah pekerja dalam pengumpulan nektar( Sihombing, 1997). Umumnya kegiatan terbang buat mengumpulkan nektar serta pollen berlangsung semenjak pagi hingga sore hari( Rinderer serta Collins, 1986).

Pollen ataupun tepung sari ialah sumber protein yang berarti untuk lebah madu. Isi protein kasarnya rata- rata 23 persen, tidak hanya itu pula ada lemak, karbohidrat serta mineral( Sihombing, 1997). Pollen diperoleh dari bunga yang dihasilkan oleh anther selaku sel kelamin jantan tumbuhan. Lebah madu mempunyai konstruksi badan yang unik buat mengumpulkan serta bawa pollen dari bagian tumbuhan, ialah dengan memakai nyaris seluruh bagian permukaan badan, utamanya thorax. Ribuan hingga jutaan butiran pollen hendak melekat pada permukaan badan, berikutnya dibersihkan dengan gosok spesial serta masuk ke dalam keranjang spesial yang diucap pollen basket( keranjang pollen) yang ada pada kaki balik lebah madu, yang mampu menampung 20 miligram pollen( Gratis, 1982).

[newpage]

Keahlian lebah madu dalam mengumpulkan pollen bergantung pada kerajinan orang lebah pekerja serta kapasitas kantong pollen yang ada di kaki balik lebah. Disamping itu ada pengaruh faktor- faktor area terhadap keseriusan pengumpulan pollen, baik terhadap kegiatan terbang, tingkatan ataupun pola mengkonsumsi pakan dan tingkatan penciptaan pollen tumbuhan. Aspek kelembaban, temperatur serta kecepatan angin pula mempengaruhi terhadap kegiatan lebah madu( Gratis, 1982). Tidak hanya itu lebah pula hendak mengumpulkan air yang dibutuhkan buat perkembangan koloni.

Khasiat Lebah Madu

Terdapat 2 khasiat yang bisa diperoleh dari budidaya lebah madu, ialah khasiat langsung serta khasiat tidak langsung. Khasiat langsung yang dihasilkan lebah berbentuk madu, parafin lebah( malam), royal jelli, sengat lebah( bee venom), pollen, propolis( lem lebah) serta larva lebah. Khasiat tidak langsung berbentuk peranan lebah selaku polinator penyerbukan tumbuhan.

Madu. Madu ialah produk utama yang dihasilkan lebah, memiliki komposisi zat santapan yang lengkap serta ialah bahan santapan yang berguna buat kesehatan manusia( QS. 16: 69; Rais, 1996). Madu pula berguna untuk industri kosmetik serta shampo. Zat- zat santapan yang ada dalam madu sangat lingkungan serta telah dikenal ada 181 berbagai senyawa dalam madu( Sihombing, 1997). Berikutnya ditambahkan kalau komposisi madu didetetapkan oleh 2 aspek ialah komposisi nektar tumbuhan serta aspek eksternal semacam aspek area serta prosesing madu. Mutu madu didetetapkan antara lain oleh warna, rasa, kekentalan, aroma serta kandungan air( 17%- 18%).

Parafin Lebah( malam). Parafin ialah produk lebah yang dihasilkan oleh kelenjer parafin yang ada pada perut bagian dasar lebah madu. Parafin lebah berguna selaku bahan baku dalam industri batik, kosmetik serta industri farmasi. Tidak hanya itu parafin lebah pula bisa digunakan dalam pembuatan parafin, dalam industri perlebahan, pembuatan krim, losion( cairan pembersih, pomade, lipstick serta pelapis kapsul( Sihombing, 1997).

[newpage]

Pollen( tepung sari). Pollen ialah perlengkapan jantan reproduktif tumbuhan yang berprotein besar serta bermanfaat buat pembuat, perkembangan serta revisi sel- sel usang( Sihombing, 1997). Isi protein agresif pollen berkisar antara 8– 40 persen( rataan 23 persen), memiliki asam- asam amino esensial yang berarti buat perkembangan serta pertumbuhan koloni( Gojmerac, 1983).

Propolis. Propolis ataupun lem lebah berguna dalam industri medis. Buat keutuhan koloni, propolis bisa digunakan mengisi celah- celah, mendempul retakan, mempernis permukaan besar ataupun menutup lubang dari luar( Sihombing, 1997).

Royal jelli( susu lebah). Royal jelli dihasilkan oleh kelenjer hypofarink lebah pekerja yang berusia 3- 13 hari, buat mengkonsumsi lebah ratu serta larva lebah. Komposisi zat gizi yang di milikinya secara universal terdiri dari: 66% air, 12, 34% protein, 5, 46% lipida, 12, 5% senyawa tereduksi, 0, 82% mineral serta 2, 82% senyawa yang belum teridentifikasi( Gojmerac, 1983). Royal jelly memiliki vitamin- vitamin, gula, sterol, beberapa asam lemak khusus serta anti biotik berbentuk asam 10- hidroksidekanoat. Hasil pengamatan Okuda et angkatan laut(AL).( 1998) memperlihatkan kalau royal jelly pula memiliki substansi semacam insulin( insulin- like) yang berguna untuk pengidap diabet mellitus serta hipertensi. Tidak hanya itu, royal jelly pula berimbas positif untuk pengidap kendala penyerapan, simptom hawa serta kanak- kanak yang hadapi keterlambatan perkembangan( Chen, 1998).

Sengat Lebah ataupun Bee Venom. Sengat lebah ialah cairan bening, berbau tajam, rasa getir, aroma khusus serta bereaksi masam. Sengat disekresikan dari kantong sengat yang ada dalam badan bagian balik, pada dikala lebah pekerja melanda musuhnya. Banyak laporan melaporkan kalau sengat lebah dapat digunakan dalam penyembuhan penyakit, misalnya reumatik persendian, penyakit polyarthritis, neuritis serta penyakit asma bronchial. Pada dikala saat ini telah banyak dihasilkan preparat- preparat berbentuk obat suntik ataupun salep yang berasal dari sengat lebah.

Polinator. Kedudukan lebah madu selaku polinator tumbuhan budidaya tidak disangsikan lagi. Lebah madu telah digunakan secara meluas selaku polinator serta ialah bagian integral dari penciptaan tumbuhan secara modern. Berikutnya dikatakan kalau lebah madu memiliki guna berarti selaku hewan pembantu penyerbukan tumbuhan, spesialnya tumbuhan yang tidak bisa melaksanakan penyerbukan sendiri serta bisa tingkatkan produktivitas tumbuhan budidaya. Untuk tumbuhan tersebut dibutuhkan agen selaku pembantu penyerbukan serta lebah madu ialah serangga yang berpotensi melaksanakan kerja tersebut disamping angin. Kemampuan ini bisa dimanfaatkan dengan meletakkan koloni lebah madu pada areal tumbuhan budidaya yang energi serbuknya rendah.

[newpage]

Gojmerac( 1983) berkomentar kalau polinasi sangat berarti untuk tumbuhan buat mempertahankan survivalnya. Polinasi ialah proses lingkungan serta sangat dipengaruhi oleh temperatur, kelembaban serta terdapatnya polinator yang bisa dicoba oleh serangga maupun angin. Proses polinasi terdiri dari mekanisme transfer pollen dari anther mengarah stigma pada bunga. Fertilisasi terjalin bila pollen( sel jantan) berjumpa dengan ovula( sel betina). Tidak hanya itu lebah madu pula bisa menolong proses penyerbukan silang. Mekanismenya merupakan pollen ditransfer dari satu varitas tumbuhan kevaritas tumbuhan yang lain. Sebaliknya penyerbukan sendiri, pollen ditransfer dari anther mengarah stigma pada bunga yang sama, bunga berbeda dari tumbuhan yang sama ataupun bunga tumbuhan lain pada varitas yang sama( Gojmerac, 1983).

Banyak laporan periset yang mengatakan kalau ada peningkatan penciptaan tumbuhan budidaya bila beberapa koloni lebah diletakkan di dekat posisi tumbuhan. Pemeliharaan lebah madu di posisi pertanaman apel bisa tingkatkan penciptaan sebesar 30- 60%, jeruk bertambah 300- 400%, anggur bertambah 60- 100% serta jagung nyata bertambah 100- 150%( Suhardjono et angkatan laut(AL). 1986).

Di negara- negara yang industri perlebahannya telah maju, budidaya lebah madu tidaklah diperuntukan buat menciptakan madu, melainkan mengharapkan peranan lebah selaku polinator tumbuhan budidaya. Di Amerika Serikat dekat 95% dari total lebah madu yang dibudidayakan bertujuan buat menggunakan lebah selaku polinator serta sisanya buat menciptakan madu. Belum lama terdapat laporan melaporkan kalau tidak kurang 30% produk pangan asal tumbuhan yang dihasilkan di Amerika Serikat, proses penyerbukannya dibantu oleh lebah madu. Hasil pengamatan Verma( 1986) memperlihatkan kalau bersumber pada aksi tersebut, antara spesies A. cerana serta A. mellifera ada daya guna yang sama selaku polinator tumbuhan budidaya.

Negeri Indonesia diketahui selaku negeri tropis yang ditumbuhi oleh puluhan ribu tipe tumbuhan penghasil nektar serta pollen. Indonesia pula mempunyai lahan pertanian yang luas. Tidak hanya itu mengkonsumsi madu warga Indonesia masih sangat rendah( 15 gr. kapita/ hari). Dengan segudang kemampuan serta energi dukung, hingga telah selayaknya usaha peternakan lebah madu dibesarkan di Indonesia. Mudah- mudahan.

0 Replies to “Siklus hidup lebah madu”